Rabu, 09 Oktober 2013

albert laia



Tugas Penjas

MAKALAH

D
I
S
U
S
U
N
OLEH :
KELOMPOK 1

NO
NAMA
NILAI
1
SEPTE ALBERT LAIA

2
ICE OTORIANI LAROSA

3
NURHAYANTI LASE

4
ARWANTO LAOLI

5
YUSUDI ZALUKHU


GURU PEMBIMBING : BPK OTONI HALAWA
 







KATA PENGATAR
   Puji dan syukur kita panjatkan kehadiran Tuhan Yang Maha Esa, dimana Berkat Anugrah dan Karunianya kami bisa menyelesaikan Tugas ini dalam bentuk makalah dengan sebaik mungkin.

            Taktik, Strategi dan Formasi serta syarat-syarat menjadi wasit dalam permainan Sepak Bola sangat perlu di pelajari dan di ketahui oleh para remaja atau siswa pada masa kini serta pada masyarakat pada umumnya. Karena, dengan mempelajari tentang Taktik, Strategi dan Formasi serta syarat-syarat menjadi wasit dalam permainan Sepak Bola maka, wawasan siswa menjadi lebih luas, karena kita dapat mempelajari tentang aturan-aturan pada permainan bola nasional maupun pada permainan sepak bola internasional.
                Kami  menyadari bahwa Makalah yang telah kami buat masih butuh kesempurnaan, untuk itu kami sangat membutuhkan saran dan kritik yang membangun, supaya makalah ini ada penyempurnaan. Kami sangat berterima kasih kepada Guru khususnya dibidang mata pelajaran PENJAS dan juga kepada teman-teman kami yang telah memberikan  Dukungan dan Doa. Sehingga akhirnya makalah ini dapat terselesaikan dengan baik.

Semoga Makalah ini berguna, bagi kami dan masyarakat pada umumnya.







Taktik, Strategi dan Formasi dalam Sepakbola
thumbnailA. Taktik adalah suatu siasat atau akal yang dirancang dan akan dilaksanakan dalam permainan oleh perorangan, kelompok, maupun tim untuk memenangkan suatu pertandingan secara sportif.
     Pada hakikatnya, penggunaan taktik dalam sepakbola adalah suatu usaha mengembangkan kemampuan berpikir, kreativitas, serta improvisasi untuk menentukan altenatif terbaik memecahkan masalah yang dihadapi dalam suatu pertandingan secara efektif, efesien, dan produktif dalam rangka memperoleh hasil yang maksimal yaitu sebuah kemenangan dalam pertandingan.

     Strategi adalah suatu siasat atau akal yang dirancang sebelum pertandingan berlangsung dan digunakan oleh pemain maupun pelatih untuk memenangkan pertandingan yang dilaksanakan secara sportif dan sehat. Strategi mengacu pada gerakan-gerakan yang dibutuhkan dalam pertandingan. Kedudukan strategi dalam olahraga memiliki makna sebagai pendukung aspek taktik olahraga. Dengan demikian, antara taktik dan strategi memiliki perbedaan, akan tetapi dalam pelaksanaannya keduanya saling berkaitan serta mendukung untukmencapai tujuan yang sama, yaitu memenangkan pertandingan.


training2Taktik dalam aplikasinya secara garis besar dapat dikelompokkan sebagai berikut:

1. Taktik Penyerangan.

            Taktik penyerangan diartikan sebagai suatu siasat yang dijalankan oleh perorongan,           kelompok,maupun tim terhadap lawan dengan tujuan memimpin dan mematahkan        pertahanan dalam rangka memenangkan pertandingan secara sportif.

     Taktik penyerangan dapat dibedakan menjadi      3 yaitu :

     a. Taktik mencari tempat kosong di antara                 pemain lawan.
     b. Taktik melakukan gerakan tersusun, baik               yang membawa bola maupun tidak                            (memanfaatkan lebar lapangan).
     c. Taktik bermain ketat (jeli melihat peluang).


2. Taktik Pertahanan
training1
            Taktik pertahanan diartikan sebagai suatu siasat yang dijalankan oleh          perorangan,kelompok, maupun tim terhadap lawan dengan tujuan menahan serangan           lawan agar tidak mengalami kekalahan atau kelelahan dalam pertandingan.

     Taktik pertahanan dapat dibedakan menjadi 3 yaitu :

     a. Man to man defence, setiap pemain membayangi satu lawan (satu lawan satu).
     b. Zone defence, setiap pemain bertanggung jawab atas daerah pertahanannya.
     c. Kombinasi, yaitu taktik man to man defence dan zone defence.

3. Taktik Perorangan

            Taktik perorangan diartikan sebagai siasat yang dilakukan oleh seorang pemain dalam        menggunakan kemampuan fisik, teknik, dan mental yang dilakukan dengan proses yang   cepat untuk menghadapi masalah yang terjadi dalam suatu pertandingan.

4. Grup Taktik

            Grup taktik diartikan suatu siasat yang dijalankan dua orang pemain atau lebih dalam        melakukan pertahanan dan penyerangan untuk mencari kemenangan secara sportif pada           suatu pertandingan.

5. Kolektif Taktik

            Kolektif taktik diartikan suatu siasat yangdijalankan oleh suatu regu dalam menjalin          kerja sama untuk mencari kemenangan dalam suatu pertandingan.



Cara Menentukan Taktik

Dalam menentukan taktik perlu memperhatikan hal-hal seperti berikut:

1. Apa yang bisa dilakukan pemain saat
        bertanding.
2. Pelatih harus mengetahui atau paham benar
          akan kemampuan para pemainnya sendiri dan            pemain calon lawan.
3. Pemberian tugas kepada pemainnya dalam
           menghadapi kesebelasan calon lawan harus               diuji coba dalam latihan.
4. Harus mengetahui terlebih dahulu taktik yang
      biasa digunakan oleh calon lawan.
5. Memperhatikan situasi penonton dan kondisi
       lapangan.



Taktik dalam permainan sepakbola sangat dipengaruhi oleh dasar-dasar bermain sepakbola, antara lain sebagai berikut:

1. Teknik atau keterampilan bermain (skill)

     Bagaimanapun sederhananya taktik yang dilakukan, tidak mungkin dapat dikerjakan tanpa penguasaan teknik atau keterampilan yang baik. Artinya, teknik dasar bermain bola harus dapat dikuasai dengan baik.

2. Kondisi fisik atau kesegaran jasmani

     Taktik harus di dasari dengan kondisi fisik yang baik, yaitu tentang dasar-dasar atletik, daya tahan, kekuatan, kecepatan, kelincahan. Tanpa adanya hal tersebut taktik yang diterapkan tidak akan dapat berjalan secara optimal.

3. Kecerdasan, daya ingat dan mental yang baik

     Untuk dapat menjalankan taktik secara baik pemain harus ditunjang dengan kecerdasan, daya ingat untuk berpikir cepat dalam permainan, di samping mental yang kuat untuk tidak takut terhadap terror pemain lawan maupun penonton.

4. Pemain mengerti peraturan permainan

     Supaya pemain dapat melaksanakan permainan dengan baik dan sportif maka setiap pemain harus mengerti dan menguasai peraturan permainan.


Formasi dalam bermain sepakbola

     Formasi dalam permainan sepakbola yang ditetapkan pada peraturan sepakbola adalah cara penempatan, ruang gerak serta pembagian tugas dari setiap pemain dengan posisi yang di tempatinya. Hal tersebut berlaku baik pada saat melakukan penyerangan maupun pada waktu melaksanakan pertahanan. Dengan sistem ini, setiap pemain telah mengetahui tugas utamanya, daerah atau ruang gerak masing-masing, memahami apa yang harus dilakukan pada saat menyerang atau bertahan dan kemana harus bergerak.

Dengan formasi, maka pola penyerangan dan pertahanan akan terkoordinir dengan rapi dan kerja sama akan jauh lebih terarah. Setiap formasi mempunyai ciri-ciri dan menuntut kualitas atau tingkat kemampuan pemain yang berbeda-beda. Bahkan setiap posisi pemain dalam sistem tertentu memerlukan kualitas pemain yang tidak sama.

formasi

Beberapa contoh formasi yang biasa dilakukan dalam permainan sepakbola:

1. 3 – 5 – 2 : 3 pemain belakang, 5 pemain tengah, dan 2 pemain depan.
2. 4 – 3 – 3 : 4 pemain belakang, 3 pemain tengah, dan 3 pemain depan.
3. 4 – 4 – 2 : 4 pemain belakang, 4 pemain tengah, dan 2 pemain depan
4. 4 – 5 – 1 : 4 pemain belakang, 5 pemain tengah, dan 1 pemain depan.
5. 4 – 2 – 4 : 4 pemain belakang, 2 pemain tengah, dan 4 pemain penyerang.
6. 4 – 2 – 3 - 1 : 4 pemain belakang, 2 pemain tengah, 3 pemain gelandang serang dan 1
    penyerang.
7. 4 – 2 – 1 - 3 : 4 pemain belakang, 2 pemain tengah, 1 playmaker dan 3 penyerang.
8. 3 – 4 – 1 - 2 : 3 pemain belakang, 4 pemain tengah, 1 playmaker dan 2 penyerang.
9. 3 – 4 – 2 - 1 : 3 pemain belakang, 4 pemain tengah, 2 penyerang lubang dan 1 penyerang
          tunggal.














            Tegaknya peraturan dalam olahraga sepak bola dilapangan bergantung kepada wasit yang memimpin pertandingan. Hal ini dikarenakan wasit adalah pengatur, pengadil, penegak aturan pertandingan di lapangan. Wasit mempunyai hak penuh pada suatu pertandingan untuk menerapkan aturan yang berkenaan kepada pemain, tim sepak bola, pelatih dan ofisial sebuah tim.
            Karenanya wasit pertandingan dilindungi sepenuhnya oleh badan
sepak bola dunia FIFA. Wasit dilapangan juga punya peran menentukan pada kualitas sebuah pertandingan, serta kenyamanan suatu pertandingan untuk dinikmati. Satu kali saja tindakan blunder seorang wasit maka akan menodai pertandingan tersebut. Sebuah gol bias sah dan tidak sah, pelanggaran bias pinalti atau tendangan bebas, pemain layak dikartu kuning taua langsung merah, dll adalah keputusan krusial yang menjadi beban tersendiri bagi wasit.
            Wasit sepakbola di Indonesia yang sudah memiliki lisensi dari Badan Sepak bola Dunia (FIFA) sudah semakin bertambah jumlahnya, dan hal ini tentu merupakan suatu kemajuan sepak bola nasional. Namun jumlahnya masih minim yaitu masih bias dihitung dengan jari. Memang untuk lolos menjadi wasit FIFA harus memenuhi beberapa persyaratan tertentu, antara lain wasit tersebut harus melalui program kepelatihan Konfederasi Sepak bola Asia (AFC).
            Wasit Indonesia secara umum memiliki kelemahan umum yaitu kurang menguasai bahasa Inggris, disisi lain bahasa Inggris ini merupakan persyaratan penting untuk berkomunikasi dengan pemain dari negara lain. Melihat realitas ini maka mendesak untuk segera dibangun program yang memberikan kursus bahasa Inggris bagi wasit-wasit nasional.
            AFC membuat peraturan baru yaitu batasan usia 35 tahun bagi wasit yang akan diundang mengikuti kursus. Salah satu wasit terbaik Indonesia saat ini adalah Jimmy Napitupulu yang berharap teman-temannya mau belajar memperdalam bahasa Inggris untuk bisa memimpin pertandingan internasional. Pada saat ini dominasi wasit negara Timur Tengah yang menjadi wasit elite Asia.
            Selain wasit maka sebuah pertandingan sepakbola juga dibantu oleh asisten wasit (sebelumnya disebut hakim garis). Asisten bertugas membawa bendera untuk memberi tanda kepada wasit utama jika terjadi pelanggaran atau menyatakan bola meninggalkan lapangan. Keputusan wasit harus didiskusikan dengan asisten wasit yang berjumlah 2 orang di setiap pertandingan.








perwasitan+sepak+bola
Wasit dalam sepak bola adalah seseorang yang bertugas memimpin jalannya pertandingan sepak bola. Seorang wasit memiliki tanggung jawab yang besar dalam mengatur jalannya pertandingan. Untuk menjadi wasit harus memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan PSSI.

a. Syarat-syarat menjadi Wasit
Berikut ini syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi seorang wasit sepak bola.
  1. Berbadan sehat yang dinyatakan oleh dokter, dan harus memiliki penglihatan yang baik, tidak berkacamata, serta tidak buta warna.
  2. Berumur antara 24 hingga 40 tahun.
  3. Lulusan SMA atau sederajat yang dibuktikan dengan ijazahnya.
  4. Memahami serta melaksanakan janji wasit.
5.      Mengetahui dan memahami peraturan sepak bola dengan baik.

b. Pakaian dan Perlengkapan Wasit
perwasitan+sepak+bola+1Dalam menjelaskan tugasnya, wasit harus mengenakan atribut sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Berikut ini pakaian dan perlengkapan yang harus dikenakan wasit.
1.    Baju lengan pendek atau panjang, celana pendek, kaos kaki, sepatu sepak bola. Di bagian dada kiri dipasang badge menurut haknya dan menurut ketentuan.
2.    Peluit yang diikat di pergelangan tangan, untuk memulai dan menghentikan pertandingan, baik sementara yaitu ketika terjadi pelanggaran, atau ketika memulai pertandingan, serta pada akhir pertandingan babak pertama dan kedua.
3.    Jam wasit, stopwatch untuk mengetahui lamanya pertandingan berlangsung.
4.    Notes (buku kecil) dan alat tulis untuk mencatat pemain-pemain yang melakukan pelanggaran.
5.    Uang logam untuk undian. Biasanya masing-masing kapten tim memilih salah satu sisi mata uang. Yang memenangkan undian berhak untuk memilih sisi lapangan sebagai daerah pertandingannya atau sebagai pemegang bola pertama untuk memulai kick off.
6.    Kartu merah dan kartu kuning, sebagai konsekuensi pelanggaran yang dilakukan pemain terhadap pemain lawan. Kartu kuning sebagai peringatan, sedangkan kartu merah untuk mengusir atau mengeluarkan pemain dari lapangan.
7.    Cadangan peluit, pensil, atau alat tulis lain yang digunakan.

C.     Kerjasama Antara Wasit, Hakim Garis, dan Wasit Cadangan

            Dalam memimpin suatu pertandingan wasit dibantu oleh 2 orang hakim garis dan 1 wasit cadangan. Tugas dan kewenangan yang diberikan kepadanya dimulai setelah memasuki lapanganpermainan. Wasit dan hakim garis harus saling bekerjasama yang baik dalam menjalankan tugasnya, supaya pertandingan dapat berjalan dengan baik dan lancer. Berhasil atau tidaknya seorang wasit dalam memimpin tergantung dari kerjasama pengadil dilapangan tersebut.

Ø  perwasitan+sepak+bola+2Tugas Wasit
 Seorang wasit menjalankan tugasnya selama pertandingan sepak bola berlangsung, yaitu 2 x 45 menit waktu normal dan ditambah 2 x 15 menit, jika ada tambahan waktu pertandingan. Seorang wasit harus tegas dalam mengambil keputusan, objektif, dan tidak berat sebelah terhadap salah satu tim.

Berikut ini tugas yang harus dilakukan wasit selama memimpin pertandingan
  1. Menegakkan dan menjalankan peraturan persepakbolaan.
  2. Menentukan apakah bola yang akan digunakan untuk pertandingan memenuhi syarat, baik dilihat dari ukuran serta kondisi bola tersebut.
  3. Membuat catatan-catatan penting selama pertandingan berlangsung.
  4. Memberikan teguran, peringatan, dan atau mengeluarkan pemain.
Ø   Teguran diberikan jika pemain melakukan pelanggaran ringan, sedangkan peringatan diberikan jika pemain melakukan pelanggaran keras, mengeluarkan katakata yang tidak pantas, memprotes keputusan wasit secara lisan dan kasar.
Ø   Peringatan ditunjukkan dengan dikeluarkannya kartu kuning.
Ø   Wasit akan mengeluarkan pemain jika pemain itu memperoleh kartu kuning kedua atau langsung memperoleh kartu merah dikarenakan pemain tersebut melakukan pelanggaran yang sangat berat, misalnya mengganjal pergerakan lawan dengan sangat kasar sehingga membahayakan dan menimbulkan risiko cedera.
5.    Tidak menjatuhkan hukuman pada kondisi wasit yakin bahwa jika memberikan hukuman maka akan memberikan keuntungan pada tim yang melanggar.
6.   Memberikan tendangan bebas, baik langsung atau tidak langsung, sesuai pelanggaran yang dilakukan tim lawan.
7.    Memberikan tendangan pinalti ketika tim yang sedang bertahan melakukan pelanggaran di kotak pinalti.
8.   Menghentikan pertandingan untuk sementara atau seterusnya.
Ø  Tugas Hakim Garis

perwasitan+sepak+bola+3Dalam menjalankan tugasnya, seorang wasit dibantu dua hakim garis yang masing-masing bertugas di sisi lapangan. Kerja sama yang baik antara wasit dan hakim garis sangat diperlukan, karena keputusan yang diambil hakim garis sangat memengaruhi keputusan wasit. 
Berikut ini tugas hakim garis selama pertandingan.
  1. Memberi isyarat ketika bola keluar dari lapangan.
  2. Menentukan pihak mana yang berhak melakukan lemparan ke dalam.
  3. Memberi isyarat ketika bola melewati garis gawang dan menentukan terjadi tendangan gawang atau tendangan penjuru.
  4. Menarik perhatian wasit tentang permainan kasar seorang pemain atau bila ada pemain yang tidak sopan.
  5. Memberikan pendapat bila diminta wasit.
  6. Memberikan isyarat bila seorang pemain telah berdiri pada posisi offside atau terjadi handsball.
  7.  
Ø  Tugas Wasit Cadangan
Selain wasit utama dan hakim garis, ada satu wasit cadangan yang bertugas di luar lapangan pertandingan. Berikut ini tugas-tugas wasit cadangan.
  1. Menggantikan wasit dan hakim garis pada keadaan-keadaan tertentu.
  2. Mengurusi hal-hal yang berkaitan dengan pergantian pemain.
  3. Melarang official tim masuk ke dalam lapangan.
  4. Memberi isyarat pada wasit utama jika pertandingan telah selesai.
  5. Menerima isyarat dari wasit utama mengenai nilai (skor) dan penghentian permainan.
  6. Memberikan pendapat ketika diminta wasit utama.


Pergerakan wasit dan Hakim Garis
Pada Pertandingan Sepak Bola

            Selama bertugas di lapangan, seorang wasit sepak bola dan dua hakim garis menempatkan diri yang posisinya tergantung pada kejadian yang sedang berlangsung di lapangan.

a.  Cara Memimpin dengan Sistem Diagonal
perwasitan+sepak+bola+4Keterangan gambar:
I           : tim sepak bola I
II         : tim sepak bola II
HG 1     : hakim garis 1
HG 2   : hakim garis 2

Dengan melihat Gambar, maka pergerakan wasit dan hakim garis dapat dijelaskan berikut ini.
  1. Arah gerakan wasit adalah mengikuti garis diagonal AB.
  2. Daerah pergerakan hakim garis adalah setengah lapangan dan arahnya berseberangan dengan wasit.
Ø Jika wasit berada di posisi dekat A, maka hakim garis yang membantu wasit adalah HG 2, yang berada di antara EF dan sejajar dengan pemain kedua terakhir dari tim II.
Ø Jika wasit berada di posisi dekat B, maka hakim garis yang membantu wasit adalah HG 1, yang berada di antara CD dan sejajar dengan pemain kedua terakhir dari tim I.
3.       Ketika bergerak mengikuti garis diagonal, posisi wasit sepak bola harus menghadap dan melihat ke arah hakim garis yang berseberangan dengannya.





b.  Posisi Wasit dan Hakim Garis
                Selama pertandingan berlangsung, wasit dan hakim garis dituntut untuk dapat memimpin pertandingan dan mengawasi semua pelanggaran yang terjadi serta kejadian-kejadian penting lainnya. Untuk itu, mereka perlu menempatkan diri pada posisi yang semestinya. Berikut ini posisi wasit berdasarkan kejadian penting selama permainan sepak bola.
1)  Pada permulaan permainan
perwasitan+sepak+bola+6Keterangan gambar:
AB          = garis diagonal gerak wasit
HG 1      = hakim garis 1
HG 2      = hakim garis 2
K              = pemain kedua terakhir tim I
kk           = pemain kedua terakhir tim II
W             = wasit
  1. Ketika kick off dilakukan, dan tim I yang memulai pertandingan, maka wasit berdiri di lapangan permainan tim I pada lingkaran tengah dan menghadap ke arah hakim garis 2.
  2. Hakim garis 1 berdiri pada posisi sejajar dengan pemain kedua terakhir dari tim I. Sementara itu, posisi hakim garis 2 sejajar dengan pemain kedua terakhir dari tim II.
  3. Jika setelah kick off dilakukan, bola menuju lapangan permainan tim II, maka wasit bergerak ke arah garis diagonal searah A. Namun, ketika terjadi serangan balik sehingga bola menuju lapangan permainan tim I, maka pergerakan wasit ke arah diagonal searah B.
  4. Ketentuan yang sama juga berlaku jika tim II yang menguasai bola, namun dengan arah sebaliknya.
perwasitan+sepak+bola+52)  Pada saat tendangan gawang
Keterangan gambar:
AB          = garis diagonal gerak wasit
HG 1      = hakim garis 1
HG 2      = hakim garis 2
K             = pemain kedua terakhir tim I
Kk           = pemain kedua terakhir tim II
W        = wasit
  1. Wasit berada di titik tengah garis diagonal yang berada di tengah lapangan, dengan posisi menghadap ke arah bola dan melihat ke arah hakim garis. Hal ini berlaku untuk tendangan gawang yang dilakukan tim I ataupun tim II.
  2. Posisi hakim garis 1 dan 2 berbeda, tergantung pada tim yang memperoleh tendangan gawang. Jika tim I yang melakukan tendangan gawang, maka HG 1 berada pada posisi sejajar dengan garis daerah gawang tim I, sedangkan HG 2 berada pada posisi sejajar dengan pemain kedua terakhir dari tim II.
  3. Ketentuan yang sama juga berlaku jika tim II melakukan tendangan gawang. Hanya saja posisi wasit dan hakim garis sebaliknya.
3)  Pada saat tendangan sudut (corner kick)

perwasitan+sepak+bola+7Keterangan gambar:
AB       = garis diagonal gerak wasit
HG 1    = hakim garis 1
HG 2   = hakim garis 2
kk        = pemain kedua terakhir tim II
W        = wasit
  1. Jika corner kick dilakukan di daerah tim I, dari sudut kiri lapangan, maka posisi wasit menyimpang dari arah diagonal, yaitu posisinya di daerah gawang pada garis gawang (W2).
  2. Hakim garis 1 berada pada posisi yang dekat dengan penendang corner kick atau sejajar dengan garis gawang.
  3. Hakim garis 2 berada pada posisi sejajar dengan pemain kedua terakhir tim II.
  4. Ketika terjadi counter attack (serangan balik), maka wasit bergerak ke tengah, dengan mengikuti garis putus-putus. Posisinya selalu menghadap ke arah HG 1 atau HG 2, tergantung posisi bola.
  5. Hakim garis 1 bergerak mengikuti arah serangan, sejajar dengan pemain kedua terakhir dari tim I. Hakim garis 2 juga harus selalu sejajar dengan pemain kedua terakhir dari tim II.
  6. Pada dasarnya posisi dan pergerakan wasit serta hakim garis sama, dari sudut mana pun dan tim mana pun yang melakukannya.
perwasitan+sepak+bola+84)  Pada saat tendangan hukuman (tendangan pinalti)
Keterangan gambar:
HG 1    = hakim garis 1
HG 2   = hakim garis 2
kk        = pemain kedua terakhir tim II

  1. Jika tim II yang akan melakukan tendangan pinalti, wasit berada pada posisi dekat dengan 12 m atau titik pinalti (W1) untuk mengecek letak bola tepat pada titik tersebut. Selanjutnya, wasit berpindah seperti W2 untuk mengawasi pemain.
  2. Posisi hakim garis 1 di garis gawang dekat daerah pinalti.
  3. Hakim garis 2 berada pada posisi sejajar dengan pemain kedua terakhir tim II.
  4. Ketentuan yang sama berlaku pula jika tendangan pinalti dilakukan oleh pemain dari tim I.


Isyarat-isyarat Wasit dan Hakim Garis Sepak Bola
            Pierluigi Collina adalah salah satu wasit terkenal asal Italia. Ia telah memimpin pertandingan dari liga domestik maupun tingkat internasional, seperti Piala Dunia. Selama bertugas, ia sering membunyikan peluit yang dilanjutkan menggerakkan tangan sebagai tindak lanjutnya. Hal tersebut ia lakukan sebagai isyarat atas kejadian yang telah terjadi, baik berupa pelanggaran atau peristiwa sepak bola lainnya.

1) Isyarat wasit
Seorang wasit akan meniup peluit dan menggerakkan tangannya, baik satu tangan atau dua tangan secara bersamaan, sebagai isyaratnya.

            a) Bunyi peluit

            Berdasarkan tujuan dan manfaatnya, bunyi peluit wasit dibedakan menjadi dua macam, yaitu tiupan dua kali pendek yang diikuti panjang dan tiupan panjang satu kali. Perbedaan keduanya dapat dilihat pada Tabel berikut.






Isyarat peniupan peluit sebanyak
Dua kali pendek kemudian panjang
Satu kali panjang
  1. Pemain harus siap memasuki lapangan pertandingan.
  2. Berakhirnya babak pertama.
  3. Berakhirnya babak kedua.
1. Dimulainya pertandingan.
2. Diberhentikannya pertandingan  sementara, dikarenakan:
a. bola keluar lapangan,
b. terjadinya pelanggaran,
c. terjadinya gol,
d. terjadi pergantian pemain
e. ada pemain mengalami luka berat,
f. adanya hujan sangat deras, yang tidak     memungkinkan untuk bertanding.

            b) Gerakan tangan

Berikut ini isyarat-isyarat tangan yang diberikan wasit selama pertandingan.
perwasitan+sepak+bola+9(1) Di awal pertandingan mengangkat salah satu              tangan kearah hakim garis dan para pemain.        Tujuannya agar mereka siap karena    pertandingan akan dimulai.
(2) Mengangkat satu tangan, baik tangan kanan               ataupun tangan kiri, lurus ke atas. Artinya telah        terjadi      pelanggaran, sehingga memperoleh           hadiah berupa tendangan bebas         tidak        langsung.
(3) Satu tangan menunjuk tempat tertentu, dan tangan satunya
       menunjuk arah tertentu. Berarti menunjukkan tempat terjadinya pelanggaran
       dan arah bola.
(4) Salah satu tangan menunjuk titik tengah, yang artinya telah terjadi gol yang sah.
(5) Mengangkat kedua tangan sejajar di depan badan. Posisi
       telapak tangan menghadap ke bawah. Selanjutnya, menyilangkan kedua tangan
       di depan.Artinya tidak terjadi pelanggaran.
(6) Menggantungkan kedua tangan sejajar di samping badan.
       Posisi telapak tangan menghadap ke depan, kemudian membuat gerakan
       Seperti mendorong. Artinya meminta pemain untuk mundur ke belakang.
(7) Memegang kartu dan mengangkatnya ke atas. Artinya
       memberikan sanksi atau hukuman berupa kartu (kartu kuning atau merah)
       kepada pemain yang telah melakukan pelanggaran.

2) Isyarat hakim garis

perwasitan+sepak+bola+10

                Hakim garis memberikan isyarat dengan mengangkat bendera, baik diangkat lurus ke atas atau diangkat ke depan sejajar bahu. Tujuannya adalah untuk memberitahu wasit supaya menghentikan permainan sementara karena adanya pelanggaran, bola keluar lapangan, pemain dalam posisi off-side, atau hal-hal lainnya. Berikut ini beberapa pedoman hakim garis dalam memberi isyarat.
  1. Mengangkat bendera ketika melihat adanya pelanggaran tetapi wasit tidak melihatnya. Setelah wasit meniup peluit untuk menghentikan pertandingan, hakim garis menunjuk tempat terjadinya pelanggaran dan tim yang berhak menguasai bola, dengan menggunakan bendera.
  2. Menunjuk ke arah gawang ketika bola keluar lapangan melewati garis gawang sehingga dihasilkan tendangan gawang.
  3. Menunjuk ke sudut lapangan yang menjadi area tendangan sudut, ketika terjadi corner kick.
  4. Mengangkat bendera dan menunjuk ke arah bola atau tim yang berhak melakukan lemparan ke dalam, jika bola keluar melewati garis samping lapangan.

















KATA PENUTUP
Kesimpulan dalam Taktik, Strategi dan Formasi serta syarat-syarat menjadi wasit dalam permainan Sepak Bola. Adalah  pada saat bermain sepak bola kita harus menjalin hubungan yang erat dengan tim kita, kemudian bersikap sportif dalam bermain sepak bola serta mematuhi aturan-aturan dan ketentuan dalam permainan sepak bola yang telah di tentukan.
Akhirnya kami bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, bahwa kami telah menyelesaikan makalah ini dengan baik, sehingga pada selanjutnya kami siap untuk diuji melalui Kulminasi/Presentasi. 




2 komentar:

  1. Las Vegas Casino- Hotel- Spa Announced For $32M - KTNV
    This deal will include the purchase of two Wynn properties. 경상북도 출장마사지 The Wynn is slated to 문경 출장안마 open the resort. 나주 출장샵 Wynn 남양주 출장마사지 Las Vegas 아산 출장마사지 will open

    BalasHapus