Tugas Penjas
D
I
S
U
S
U
N
OLEH :
KELOMPOK 1
|
NO
|
NAMA
|
NILAI
|
|
1
|
SEPTE ALBERT LAIA
|
|
|
2
|
ICE OTORIANI LAROSA
|
|
|
3
|
NURHAYANTI LASE
|
|
|
4
|
ARWANTO LAOLI
|
|
|
5
|
YUSUDI ZALUKHU
|
|
GURU PEMBIMBING : BPK OTONI HALAWA
KATA PENGATAR
Puji dan syukur kita panjatkan kehadiran
Tuhan Yang Maha Esa, dimana Berkat Anugrah dan Karunianya kami bisa
menyelesaikan Tugas ini dalam bentuk makalah dengan sebaik mungkin.
Taktik, Strategi dan
Formasi serta
syarat-syarat menjadi wasit dalam permainan Sepak Bola sangat perlu di pelajari dan
di ketahui oleh para remaja atau siswa pada masa kini
serta pada masyarakat pada umumnya. Karena, dengan mempelajari tentang Taktik,
Strategi dan Formasi serta syarat-syarat menjadi wasit dalam permainan Sepak Bola maka, wawasan siswa menjadi
lebih luas, karena kita dapat mempelajari tentang aturan-aturan
pada permainan bola nasional maupun pada permainan sepak bola internasional.
Kami menyadari bahwa Makalah yang telah kami buat
masih butuh kesempurnaan, untuk itu kami sangat membutuhkan saran dan kritik
yang membangun, supaya makalah ini ada penyempurnaan. Kami sangat berterima
kasih kepada Guru khususnya dibidang mata pelajaran PENJAS dan juga kepada teman-teman
kami yang telah memberikan Dukungan dan
Doa. Sehingga akhirnya makalah ini dapat terselesaikan dengan baik.
Semoga Makalah ini berguna, bagi kami dan masyarakat pada umumnya.
Taktik, Strategi dan Formasi
dalam Sepakbola
A. Taktik adalah
suatu siasat atau akal yang dirancang dan akan dilaksanakan dalam permainan
oleh perorangan, kelompok, maupun tim untuk memenangkan suatu pertandingan
secara sportif.Pada hakikatnya, penggunaan taktik dalam sepakbola adalah suatu usaha mengembangkan kemampuan berpikir, kreativitas, serta improvisasi untuk menentukan altenatif terbaik memecahkan masalah yang dihadapi dalam suatu pertandingan secara efektif, efesien, dan produktif dalam rangka memperoleh hasil yang maksimal yaitu sebuah kemenangan dalam pertandingan.
Strategi adalah suatu siasat atau akal yang dirancang sebelum pertandingan berlangsung dan digunakan oleh pemain maupun pelatih untuk memenangkan pertandingan yang dilaksanakan secara sportif dan sehat. Strategi mengacu pada gerakan-gerakan yang dibutuhkan dalam pertandingan. Kedudukan strategi dalam olahraga memiliki makna sebagai pendukung aspek taktik olahraga. Dengan demikian, antara taktik dan strategi memiliki perbedaan, akan tetapi dalam pelaksanaannya keduanya saling berkaitan serta mendukung untukmencapai tujuan yang sama, yaitu memenangkan pertandingan.
Taktik dalam
aplikasinya secara garis besar dapat dikelompokkan sebagai berikut: 1. Taktik Penyerangan.
Taktik penyerangan diartikan sebagai suatu siasat yang dijalankan oleh perorongan, kelompok,maupun tim terhadap lawan dengan tujuan memimpin dan mematahkan pertahanan dalam rangka memenangkan pertandingan secara sportif.
Taktik penyerangan dapat dibedakan menjadi 3 yaitu :
a. Taktik mencari tempat kosong di antara pemain lawan.
b. Taktik melakukan gerakan tersusun, baik yang membawa bola maupun tidak (memanfaatkan lebar lapangan).
c. Taktik bermain ketat (jeli melihat peluang).
2.
Taktik Pertahanan

Taktik pertahanan diartikan sebagai suatu siasat yang dijalankan oleh perorangan,kelompok, maupun tim terhadap lawan dengan tujuan menahan serangan lawan agar tidak mengalami kekalahan atau kelelahan dalam pertandingan.
Taktik pertahanan dapat dibedakan menjadi 3 yaitu :
a. Man to man defence, setiap pemain membayangi satu lawan (satu lawan satu).
b. Zone defence, setiap pemain bertanggung jawab atas daerah pertahanannya.
c. Kombinasi, yaitu taktik man to man defence dan zone defence.
3. Taktik Perorangan
Taktik perorangan diartikan sebagai siasat yang dilakukan oleh seorang pemain dalam menggunakan kemampuan fisik, teknik, dan mental yang dilakukan dengan proses yang cepat untuk menghadapi masalah yang terjadi dalam suatu pertandingan.
4. Grup Taktik
Grup taktik diartikan suatu siasat yang dijalankan dua orang pemain atau lebih dalam melakukan pertahanan dan penyerangan untuk mencari kemenangan secara sportif pada suatu pertandingan.
5. Kolektif Taktik
Kolektif taktik diartikan suatu siasat yangdijalankan oleh suatu regu dalam menjalin kerja sama untuk mencari kemenangan dalam suatu pertandingan.
Cara Menentukan Taktik
Dalam menentukan taktik perlu memperhatikan hal-hal seperti berikut:
1. Apa yang bisa dilakukan pemain saat bertanding.
2. Pelatih harus mengetahui atau paham benar akan kemampuan para pemainnya sendiri dan pemain calon lawan.
3. Pemberian tugas kepada pemainnya dalam menghadapi kesebelasan calon lawan harus diuji coba dalam latihan.
4. Harus mengetahui terlebih dahulu taktik yang biasa digunakan oleh calon lawan.
5. Memperhatikan situasi penonton dan kondisi lapangan.
Taktik
dalam permainan sepakbola sangat dipengaruhi oleh dasar-dasar bermain
sepakbola, antara lain sebagai berikut:
1. Teknik atau keterampilan bermain (skill)
Bagaimanapun sederhananya taktik yang dilakukan, tidak mungkin dapat dikerjakan tanpa penguasaan teknik atau keterampilan yang baik. Artinya, teknik dasar bermain bola harus dapat dikuasai dengan baik.
2. Kondisi fisik atau kesegaran jasmani
Taktik harus di dasari dengan kondisi fisik yang baik, yaitu tentang dasar-dasar atletik, daya tahan, kekuatan, kecepatan, kelincahan. Tanpa adanya hal tersebut taktik yang diterapkan tidak akan dapat berjalan secara optimal.
3. Kecerdasan, daya ingat dan mental yang baik
Untuk dapat menjalankan taktik secara baik pemain harus ditunjang dengan kecerdasan, daya ingat untuk berpikir cepat dalam permainan, di samping mental yang kuat untuk tidak takut terhadap terror pemain lawan maupun penonton.
4. Pemain mengerti peraturan permainan
Supaya pemain dapat melaksanakan permainan dengan baik dan sportif maka setiap pemain harus mengerti dan menguasai peraturan permainan.
Formasi dalam bermain sepakbola
Formasi dalam permainan sepakbola yang ditetapkan pada peraturan sepakbola adalah cara penempatan, ruang gerak serta pembagian tugas dari setiap pemain dengan posisi yang di tempatinya. Hal tersebut berlaku baik pada saat melakukan penyerangan maupun pada waktu melaksanakan pertahanan. Dengan sistem ini, setiap pemain telah mengetahui tugas utamanya, daerah atau ruang gerak masing-masing, memahami apa yang harus dilakukan pada saat menyerang atau bertahan dan kemana harus bergerak.
Dengan formasi, maka pola penyerangan dan pertahanan akan terkoordinir dengan rapi dan kerja sama akan jauh lebih terarah. Setiap formasi mempunyai ciri-ciri dan menuntut kualitas atau tingkat kemampuan pemain yang berbeda-beda. Bahkan setiap posisi pemain dalam sistem tertentu memerlukan kualitas pemain yang tidak sama.

Beberapa contoh formasi yang biasa dilakukan dalam permainan sepakbola:
1. 3 – 5 – 2 : 3 pemain belakang, 5 pemain tengah, dan 2 pemain depan.
2. 4 – 3 – 3 : 4 pemain belakang, 3 pemain tengah, dan 3 pemain depan.
3. 4 – 4 – 2 : 4 pemain belakang, 4 pemain tengah, dan 2 pemain depan
4. 4 – 5 – 1 : 4 pemain belakang, 5 pemain tengah, dan 1 pemain depan.
5. 4 – 2 – 4 : 4 pemain belakang, 2 pemain tengah, dan 4 pemain penyerang.
6. 4 – 2 – 3 - 1 : 4 pemain belakang, 2 pemain tengah, 3 pemain gelandang serang dan 1 penyerang.
7. 4 – 2 – 1 - 3 : 4 pemain belakang, 2 pemain tengah, 1 playmaker dan 3 penyerang.
8. 3 – 4 – 1 - 2 : 3 pemain belakang, 4 pemain tengah, 1 playmaker dan 2 penyerang.
9. 3 – 4 – 2 - 1 : 3 pemain belakang, 4 pemain tengah, 2 penyerang lubang dan 1 penyerang tunggal.
1. Teknik atau keterampilan bermain (skill)
Bagaimanapun sederhananya taktik yang dilakukan, tidak mungkin dapat dikerjakan tanpa penguasaan teknik atau keterampilan yang baik. Artinya, teknik dasar bermain bola harus dapat dikuasai dengan baik.
2. Kondisi fisik atau kesegaran jasmani
Taktik harus di dasari dengan kondisi fisik yang baik, yaitu tentang dasar-dasar atletik, daya tahan, kekuatan, kecepatan, kelincahan. Tanpa adanya hal tersebut taktik yang diterapkan tidak akan dapat berjalan secara optimal.
3. Kecerdasan, daya ingat dan mental yang baik
Untuk dapat menjalankan taktik secara baik pemain harus ditunjang dengan kecerdasan, daya ingat untuk berpikir cepat dalam permainan, di samping mental yang kuat untuk tidak takut terhadap terror pemain lawan maupun penonton.
4. Pemain mengerti peraturan permainan
Supaya pemain dapat melaksanakan permainan dengan baik dan sportif maka setiap pemain harus mengerti dan menguasai peraturan permainan.
Formasi dalam bermain sepakbola
Formasi dalam permainan sepakbola yang ditetapkan pada peraturan sepakbola adalah cara penempatan, ruang gerak serta pembagian tugas dari setiap pemain dengan posisi yang di tempatinya. Hal tersebut berlaku baik pada saat melakukan penyerangan maupun pada waktu melaksanakan pertahanan. Dengan sistem ini, setiap pemain telah mengetahui tugas utamanya, daerah atau ruang gerak masing-masing, memahami apa yang harus dilakukan pada saat menyerang atau bertahan dan kemana harus bergerak.
Dengan formasi, maka pola penyerangan dan pertahanan akan terkoordinir dengan rapi dan kerja sama akan jauh lebih terarah. Setiap formasi mempunyai ciri-ciri dan menuntut kualitas atau tingkat kemampuan pemain yang berbeda-beda. Bahkan setiap posisi pemain dalam sistem tertentu memerlukan kualitas pemain yang tidak sama.

Beberapa contoh formasi yang biasa dilakukan dalam permainan sepakbola:
1. 3 – 5 – 2 : 3 pemain belakang, 5 pemain tengah, dan 2 pemain depan.
2. 4 – 3 – 3 : 4 pemain belakang, 3 pemain tengah, dan 3 pemain depan.
3. 4 – 4 – 2 : 4 pemain belakang, 4 pemain tengah, dan 2 pemain depan
4. 4 – 5 – 1 : 4 pemain belakang, 5 pemain tengah, dan 1 pemain depan.
5. 4 – 2 – 4 : 4 pemain belakang, 2 pemain tengah, dan 4 pemain penyerang.
6. 4 – 2 – 3 - 1 : 4 pemain belakang, 2 pemain tengah, 3 pemain gelandang serang dan 1 penyerang.
7. 4 – 2 – 1 - 3 : 4 pemain belakang, 2 pemain tengah, 1 playmaker dan 3 penyerang.
8. 3 – 4 – 1 - 2 : 3 pemain belakang, 4 pemain tengah, 1 playmaker dan 2 penyerang.
9. 3 – 4 – 2 - 1 : 3 pemain belakang, 4 pemain tengah, 2 penyerang lubang dan 1 penyerang tunggal.
Tegaknya
peraturan dalam olahraga sepak bola dilapangan bergantung kepada wasit yang memimpin pertandingan. Hal ini dikarenakan wasit adalah
pengatur, pengadil, penegak aturan pertandingan di lapangan. Wasit mempunyai
hak penuh pada suatu pertandingan untuk menerapkan aturan yang berkenaan kepada
pemain, tim sepak bola, pelatih dan ofisial sebuah tim.
Karenanya wasit pertandingan dilindungi sepenuhnya oleh badan sepak bola dunia FIFA. Wasit dilapangan juga punya peran menentukan pada kualitas sebuah pertandingan, serta kenyamanan suatu pertandingan untuk dinikmati. Satu kali saja tindakan blunder seorang wasit maka akan menodai pertandingan tersebut. Sebuah gol bias sah dan tidak sah, pelanggaran bias pinalti atau tendangan bebas, pemain layak dikartu kuning taua langsung merah, dll adalah keputusan krusial yang menjadi beban tersendiri bagi wasit.
Karenanya wasit pertandingan dilindungi sepenuhnya oleh badan sepak bola dunia FIFA. Wasit dilapangan juga punya peran menentukan pada kualitas sebuah pertandingan, serta kenyamanan suatu pertandingan untuk dinikmati. Satu kali saja tindakan blunder seorang wasit maka akan menodai pertandingan tersebut. Sebuah gol bias sah dan tidak sah, pelanggaran bias pinalti atau tendangan bebas, pemain layak dikartu kuning taua langsung merah, dll adalah keputusan krusial yang menjadi beban tersendiri bagi wasit.
Wasit
sepakbola di Indonesia yang sudah memiliki lisensi dari Badan Sepak bola Dunia
(FIFA) sudah semakin bertambah jumlahnya, dan hal ini tentu merupakan suatu
kemajuan sepak bola nasional. Namun jumlahnya masih minim yaitu masih bias
dihitung dengan jari. Memang untuk lolos menjadi wasit FIFA harus memenuhi
beberapa persyaratan tertentu, antara lain wasit tersebut harus melalui program
kepelatihan Konfederasi Sepak bola Asia (AFC).
Wasit
Indonesia secara umum memiliki kelemahan umum yaitu kurang menguasai bahasa
Inggris, disisi lain bahasa Inggris ini merupakan persyaratan penting untuk
berkomunikasi dengan pemain dari negara lain. Melihat realitas ini maka
mendesak untuk segera dibangun program yang memberikan kursus bahasa Inggris
bagi wasit-wasit nasional.
AFC
membuat peraturan baru yaitu batasan usia 35 tahun bagi wasit yang akan
diundang mengikuti kursus. Salah satu wasit terbaik Indonesia saat ini adalah
Jimmy Napitupulu yang berharap teman-temannya mau belajar memperdalam bahasa
Inggris untuk bisa memimpin pertandingan internasional. Pada saat ini dominasi
wasit negara Timur Tengah yang menjadi wasit elite Asia.
Selain
wasit maka sebuah pertandingan sepakbola juga dibantu oleh asisten wasit
(sebelumnya disebut hakim garis). Asisten bertugas membawa bendera untuk
memberi tanda kepada wasit utama jika terjadi pelanggaran atau menyatakan bola
meninggalkan lapangan. Keputusan wasit harus didiskusikan dengan asisten wasit
yang berjumlah 2 orang di setiap pertandingan.
Wasit dalam
sepak bola adalah seseorang yang bertugas memimpin jalannya pertandingan sepak
bola. Seorang wasit memiliki tanggung jawab yang besar dalam mengatur
jalannya pertandingan. Untuk menjadi wasit harus memenuhi syarat-syarat yang
telah ditentukan PSSI.
a. Syarat-syarat menjadi Wasit
Berikut ini syarat-syarat yang harus dipenuhi
untuk menjadi seorang wasit sepak bola.
- Berbadan sehat yang dinyatakan oleh dokter, dan harus memiliki penglihatan yang baik, tidak berkacamata, serta tidak buta warna.
- Berumur antara 24 hingga 40 tahun.
- Lulusan SMA atau sederajat yang dibuktikan dengan ijazahnya.
- Memahami serta melaksanakan janji wasit.
5. Mengetahui dan memahami peraturan sepak
bola dengan baik.
b. Pakaian dan Perlengkapan Wasit
Dalam
menjelaskan tugasnya, wasit harus mengenakan atribut sesuai dengan ketentuan
yang berlaku. Berikut ini pakaian dan perlengkapan yang harus dikenakan wasit.
1. Baju lengan pendek atau panjang, celana
pendek, kaos kaki, sepatu sepak bola. Di bagian dada kiri dipasang badge
menurut haknya dan menurut ketentuan.
2.
Peluit
yang diikat di pergelangan tangan, untuk memulai dan menghentikan pertandingan,
baik sementara yaitu ketika terjadi pelanggaran, atau ketika memulai
pertandingan, serta pada akhir pertandingan babak pertama dan kedua.
3.
Jam wasit,
stopwatch untuk mengetahui lamanya pertandingan berlangsung.
4.
Notes
(buku kecil) dan alat tulis untuk mencatat pemain-pemain yang melakukan
pelanggaran.
5.
Uang
logam untuk undian. Biasanya masing-masing kapten tim memilih salah satu sisi
mata uang. Yang memenangkan undian berhak untuk memilih sisi lapangan sebagai
daerah pertandingannya atau sebagai pemegang bola pertama untuk memulai kick
off.
6.
Kartu
merah dan kartu kuning, sebagai konsekuensi pelanggaran yang dilakukan pemain
terhadap pemain lawan. Kartu kuning sebagai peringatan, sedangkan kartu merah
untuk mengusir atau mengeluarkan pemain dari lapangan.
7.
Cadangan
peluit, pensil, atau alat tulis lain yang digunakan.
C.
Kerjasama Antara Wasit, Hakim Garis, dan Wasit
Cadangan
Dalam
memimpin suatu pertandingan wasit dibantu oleh 2 orang hakim garis dan 1 wasit
cadangan. Tugas dan kewenangan yang diberikan kepadanya dimulai setelah
memasuki lapanganpermainan. Wasit dan hakim garis harus saling bekerjasama yang
baik dalam menjalankan tugasnya, supaya pertandingan dapat berjalan dengan baik
dan lancer. Berhasil atau tidaknya seorang wasit dalam memimpin tergantung dari
kerjasama pengadil dilapangan tersebut.
Seorang wasit menjalankan tugasnya
selama pertandingan sepak bola berlangsung, yaitu 2 x 45 menit waktu normal dan
ditambah 2 x 15 menit, jika ada tambahan waktu pertandingan. Seorang wasit
harus tegas dalam mengambil keputusan, objektif, dan tidak berat sebelah terhadap
salah satu tim.
Berikut ini tugas yang harus dilakukan
wasit selama memimpin pertandingan
- Menegakkan dan menjalankan peraturan persepakbolaan.
- Menentukan apakah bola yang akan digunakan untuk pertandingan memenuhi syarat, baik dilihat dari ukuran serta kondisi bola tersebut.
- Membuat catatan-catatan penting selama pertandingan berlangsung.
- Memberikan teguran, peringatan, dan atau mengeluarkan pemain.
Ø
Teguran
diberikan jika pemain melakukan pelanggaran ringan, sedangkan peringatan
diberikan jika pemain melakukan pelanggaran keras, mengeluarkan katakata yang
tidak pantas, memprotes keputusan wasit secara lisan dan kasar.
Ø
Peringatan
ditunjukkan dengan dikeluarkannya kartu kuning.
Ø
Wasit akan mengeluarkan pemain jika pemain itu
memperoleh kartu kuning kedua atau langsung memperoleh kartu merah dikarenakan
pemain tersebut melakukan pelanggaran yang sangat berat, misalnya mengganjal
pergerakan lawan dengan sangat kasar sehingga membahayakan dan menimbulkan
risiko cedera.
5. Tidak menjatuhkan hukuman pada kondisi
wasit yakin bahwa jika memberikan hukuman maka akan memberikan keuntungan pada
tim yang melanggar.
6.
Memberikan
tendangan bebas, baik langsung atau tidak langsung, sesuai pelanggaran yang
dilakukan tim lawan.
7.
Memberikan
tendangan pinalti ketika tim yang sedang bertahan melakukan pelanggaran di
kotak pinalti.
8.
Menghentikan
pertandingan untuk sementara atau seterusnya.
Ø
Tugas Hakim Garis
Dalam
menjalankan tugasnya, seorang wasit dibantu dua hakim garis yang
masing-masing bertugas di sisi lapangan. Kerja sama yang baik antara wasit dan
hakim garis sangat diperlukan, karena keputusan yang diambil hakim garis
sangat memengaruhi keputusan wasit.
Berikut ini
tugas hakim garis selama pertandingan.
- Memberi isyarat ketika bola keluar dari lapangan.
- Menentukan pihak mana yang berhak melakukan lemparan ke dalam.
- Memberi isyarat ketika bola melewati garis gawang dan menentukan terjadi tendangan gawang atau tendangan penjuru.
- Menarik perhatian wasit tentang permainan kasar seorang pemain atau bila ada pemain yang tidak sopan.
- Memberikan pendapat bila diminta wasit.
- Memberikan isyarat bila seorang pemain telah berdiri pada posisi offside atau terjadi handsball.
Ø Tugas
Wasit Cadangan
Selain
wasit utama dan hakim garis, ada satu wasit cadangan yang bertugas di luar
lapangan pertandingan. Berikut ini tugas-tugas wasit cadangan.
- Menggantikan wasit dan hakim garis pada keadaan-keadaan tertentu.
- Mengurusi hal-hal yang berkaitan dengan pergantian pemain.
- Melarang official tim masuk ke dalam lapangan.
- Memberi isyarat pada wasit utama jika pertandingan telah selesai.
- Menerima isyarat dari wasit utama mengenai nilai (skor) dan penghentian permainan.
- Memberikan pendapat ketika diminta wasit utama.
Pergerakan wasit dan Hakim Garis
Pada Pertandingan Sepak Bola
Selama bertugas di lapangan, seorang
wasit sepak bola dan dua hakim garis menempatkan diri yang posisinya
tergantung pada kejadian yang sedang berlangsung di lapangan.
a. Cara Memimpin dengan
Sistem Diagonal
I
: tim sepak bola I
II
: tim sepak bola II
HG 1 : hakim garis 1
HG 2 :
hakim garis 2
Dengan
melihat Gambar, maka pergerakan wasit dan hakim garis dapat dijelaskan berikut
ini.
- Arah gerakan wasit adalah mengikuti garis diagonal AB.
- Daerah pergerakan hakim garis adalah setengah lapangan dan arahnya berseberangan dengan wasit.
Ø Jika wasit berada di posisi dekat A, maka
hakim garis yang membantu wasit adalah HG 2, yang berada di antara EF dan
sejajar dengan pemain kedua terakhir dari tim II.
Ø Jika wasit berada di posisi dekat B, maka
hakim garis yang membantu wasit adalah HG 1, yang berada di antara CD dan
sejajar dengan pemain kedua terakhir dari tim I.
3. Ketika bergerak mengikuti garis diagonal,
posisi wasit sepak bola harus menghadap dan melihat ke arah hakim garis yang
berseberangan dengannya.
b. Posisi Wasit dan Hakim
Garis
Selama pertandingan berlangsung, wasit dan hakim
garis dituntut untuk dapat memimpin pertandingan dan mengawasi semua pelanggaran
yang terjadi serta kejadian-kejadian penting lainnya. Untuk itu, mereka perlu
menempatkan diri pada posisi yang semestinya. Berikut ini posisi wasit
berdasarkan kejadian penting selama permainan sepak bola.
1) Pada permulaan permainan
AB
= garis diagonal gerak wasit
HG 1
= hakim garis 1
HG 2
= hakim garis 2
K = pemain kedua terakhir tim I
kk
= pemain kedua terakhir tim II
W =
wasit
- Ketika kick off dilakukan, dan tim I yang memulai pertandingan, maka wasit berdiri di lapangan permainan tim I pada lingkaran tengah dan menghadap ke arah hakim garis 2.
- Hakim garis 1 berdiri pada posisi sejajar dengan pemain kedua terakhir dari tim I. Sementara itu, posisi hakim garis 2 sejajar dengan pemain kedua terakhir dari tim II.
- Jika setelah kick off dilakukan, bola menuju lapangan permainan tim II, maka wasit bergerak ke arah garis diagonal searah A. Namun, ketika terjadi serangan balik sehingga bola menuju lapangan permainan tim I, maka pergerakan wasit ke arah diagonal searah B.
- Ketentuan yang sama juga berlaku jika tim II yang menguasai bola, namun dengan arah sebaliknya.
Keterangan gambar:
AB
= garis diagonal gerak wasit
HG 1
= hakim garis 1
HG 2
= hakim garis 2
K
= pemain kedua terakhir tim I
Kk
= pemain kedua terakhir tim II
W =
wasit
- Wasit berada di titik tengah garis diagonal yang berada di tengah lapangan, dengan posisi menghadap ke arah bola dan melihat ke arah hakim garis. Hal ini berlaku untuk tendangan gawang yang dilakukan tim I ataupun tim II.
- Posisi hakim garis 1 dan 2 berbeda, tergantung pada tim yang memperoleh tendangan gawang. Jika tim I yang melakukan tendangan gawang, maka HG 1 berada pada posisi sejajar dengan garis daerah gawang tim I, sedangkan HG 2 berada pada posisi sejajar dengan pemain kedua terakhir dari tim II.
- Ketentuan yang sama juga berlaku jika tim II melakukan tendangan gawang. Hanya saja posisi wasit dan hakim garis sebaliknya.
3) Pada saat tendangan sudut (corner kick)
AB =
garis diagonal gerak wasit
HG 1 =
hakim garis 1
HG 2 =
hakim garis 2
kk =
pemain kedua terakhir tim II
W =
wasit
- Jika corner kick dilakukan di daerah tim I, dari sudut kiri lapangan, maka posisi wasit menyimpang dari arah diagonal, yaitu posisinya di daerah gawang pada garis gawang (W2).
- Hakim garis 1 berada pada posisi yang dekat dengan penendang corner kick atau sejajar dengan garis gawang.
- Hakim garis 2 berada pada posisi sejajar dengan pemain kedua terakhir tim II.
- Ketika terjadi counter attack (serangan balik), maka wasit bergerak ke tengah, dengan mengikuti garis putus-putus. Posisinya selalu menghadap ke arah HG 1 atau HG 2, tergantung posisi bola.
- Hakim garis 1 bergerak mengikuti arah serangan, sejajar dengan pemain kedua terakhir dari tim I. Hakim garis 2 juga harus selalu sejajar dengan pemain kedua terakhir dari tim II.
- Pada dasarnya posisi dan pergerakan wasit serta hakim garis sama, dari sudut mana pun dan tim mana pun yang melakukannya.
Keterangan gambar:
HG 1 =
hakim garis 1
HG 2 =
hakim garis 2
kk =
pemain kedua terakhir tim II
- Jika tim II yang akan melakukan tendangan pinalti, wasit berada pada posisi dekat dengan 12 m atau titik pinalti (W1) untuk mengecek letak bola tepat pada titik tersebut. Selanjutnya, wasit berpindah seperti W2 untuk mengawasi pemain.
- Posisi hakim garis 1 di garis gawang dekat daerah pinalti.
- Hakim garis 2 berada pada posisi sejajar dengan pemain kedua terakhir tim II.
- Ketentuan yang sama berlaku pula jika tendangan pinalti dilakukan oleh pemain dari tim I.
Isyarat-isyarat Wasit dan Hakim
Garis Sepak Bola
Pierluigi Collina adalah salah satu
wasit terkenal asal Italia. Ia telah memimpin pertandingan dari liga domestik
maupun tingkat internasional, seperti Piala Dunia. Selama bertugas, ia sering
membunyikan peluit yang dilanjutkan menggerakkan tangan sebagai tindak
lanjutnya. Hal tersebut ia lakukan sebagai isyarat atas kejadian yang telah
terjadi, baik berupa pelanggaran atau peristiwa sepak bola lainnya.
1) Isyarat wasit
Seorang wasit akan meniup peluit dan
menggerakkan tangannya, baik satu tangan atau dua tangan secara bersamaan,
sebagai isyaratnya.
a)
Bunyi peluit
Berdasarkan
tujuan dan manfaatnya, bunyi peluit wasit dibedakan menjadi dua macam, yaitu
tiupan dua kali pendek yang diikuti panjang dan tiupan panjang satu kali.
Perbedaan keduanya dapat dilihat pada Tabel berikut.
|
Isyarat peniupan peluit
sebanyak
|
|
|
Dua kali pendek kemudian panjang
|
Satu kali panjang
|
|
1. Dimulainya pertandingan.
2. Diberhentikannya
pertandingan sementara, dikarenakan:
a. bola
keluar lapangan,
b.
terjadinya pelanggaran,
c.
terjadinya gol,
d.
terjadi pergantian pemain
e. ada
pemain mengalami luka berat,
f.
adanya hujan sangat deras, yang tidak
memungkinkan untuk bertanding.
|
b)
Gerakan tangan
Berikut ini isyarat-isyarat tangan yang
diberikan wasit selama pertandingan.
(1) Di awal
pertandingan mengangkat salah satu tangan kearah hakim garis dan para
pemain. Tujuannya agar mereka siap
karena pertandingan akan dimulai.
(2)
Mengangkat satu tangan, baik tangan kanan ataupun
tangan kiri, lurus ke atas. Artinya telah terjadi
pelanggaran, sehingga memperoleh hadiah berupa
tendangan bebas tidak langsung.
(3) Satu tangan menunjuk tempat tertentu, dan
tangan satunya
menunjuk
arah tertentu. Berarti menunjukkan tempat terjadinya pelanggaran
dan
arah bola.
(4) Salah satu tangan menunjuk titik tengah,
yang artinya telah terjadi gol yang sah.
(5) Mengangkat kedua tangan sejajar di depan
badan. Posisi
telapak
tangan menghadap ke bawah. Selanjutnya, menyilangkan kedua tangan
di
depan.Artinya tidak terjadi pelanggaran.
(6) Menggantungkan kedua tangan sejajar di
samping badan.
Posisi
telapak tangan menghadap ke depan, kemudian membuat gerakan
Seperti mendorong. Artinya meminta pemain untuk mundur ke belakang.
(7) Memegang kartu dan mengangkatnya ke atas.
Artinya
memberikan
sanksi atau hukuman berupa kartu (kartu kuning atau merah)
kepada
pemain yang telah melakukan pelanggaran.
2) Isyarat hakim garis
Hakim garis
memberikan isyarat dengan mengangkat bendera, baik diangkat lurus ke atas atau
diangkat ke depan sejajar bahu. Tujuannya adalah untuk memberitahu wasit supaya
menghentikan permainan sementara karena adanya pelanggaran, bola
keluar lapangan, pemain dalam posisi off-side, atau hal-hal lainnya. Berikut
ini beberapa pedoman hakim garis dalam memberi isyarat.
- Mengangkat bendera ketika melihat adanya pelanggaran tetapi wasit tidak melihatnya. Setelah wasit meniup peluit untuk menghentikan pertandingan, hakim garis menunjuk tempat terjadinya pelanggaran dan tim yang berhak menguasai bola, dengan menggunakan bendera.
- Menunjuk ke arah gawang ketika bola keluar lapangan melewati garis gawang sehingga dihasilkan tendangan gawang.
- Menunjuk ke sudut lapangan yang menjadi area tendangan sudut, ketika terjadi corner kick.
- Mengangkat bendera dan menunjuk ke arah bola atau tim yang berhak melakukan lemparan ke dalam, jika bola keluar melewati garis samping lapangan.
KATA PENUTUP
Kesimpulan
dalam Taktik, Strategi dan
Formasi serta syarat-syarat menjadi wasit dalam permainan Sepak Bola. Adalah pada saat bermain sepak bola kita harus menjalin
hubungan yang erat dengan tim kita, kemudian bersikap sportif dalam bermain
sepak bola serta mematuhi aturan-aturan dan ketentuan dalam permainan sepak bola
yang telah di tentukan.
Akhirnya
kami bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, bahwa kami telah menyelesaikan
makalah ini dengan baik, sehingga pada selanjutnya kami siap untuk diuji
melalui Kulminasi/Presentasi.








